Supplier Case HP - HANDAL Jakarta

Facebook Tidak Memberikan Data Akurat Kepada Peneliti Soal Penyebaran Berita Hoaks

Jakarta, Selular.ID – Facebook dilaporkan menahan sejumlah besar informasi tentang cara penggunanya menggunakan platformnya, dari para peneliti yang bertugas untuk memeriksa penyebaran informasi yang salah di jejaring sosial media.

Berdasarkan laporan The New York Times melaporkan, sebelumnya para peneliti berharap untuk menerima sekaligus diberi tahu semua data yang dimiliki Facebook terkait dengan interaksi pengguna di AS. Namun faktanya, hanya setengah data dari pengguna yang diberikan.

Dan laporan yang diberikan tersebut pun berisi tentang pengguna AS yang terlibat dengan isu politik, untuk memperjelas kecenderungan politik mereka.

Kemudian kini Facebook dilaporkan sedang bekerja untuk mengumpulkan sisa data, dan tidak bisa cepat. Karena membutuhkan waktu menganalisis banyak informasi. Facebook juga mengatakan ingin menawarkan dukungan sebanyak mungkin kepada para peneliti.

Akibatnya para akademisi yang tengah menyelidiki penyebaran informasi yang salah di Facebook harus menunggu beberapa minggu kedepan, untuk menerima kumpulan data yang akurat.

Informasi baru ini juga akan mengharuskan Facebook untuk memperbarui publikasi yang ada, dan memperhitungkan dari kekurang data yang tersedia dalam studi para peneliti saat ini.

Dalam keteranganya para peneliti mengklaim harus membuang-buang waktu penelitianya selama berbulan-bulan lamanya. Dan kini mereka khawatir Facebook akan lalai atau lebih buruk lagi, secara aktif merusak penelitian karena dari kesalahan informasi tersebut.

Sebelumnya Universitas New York dan Universite Grenoble Alpes Prancis membuat riset yang menunjukkan konten berita bohong atau hoaks di Facebook lebih disukai enam kali lipat dibandingkan konten fakta. Dikutip dari The Washington Post, para peneliti di Universitas New York dan Universite Grenoble Alpes Prancis meriset itu dari Agustus 2020 hingga Januari 2021. Dalam risetnya, para peneliti mengandalkan kategorisasi berita dari dua organisasi yang mempelajari informasi salah atau hoaks, yakni NewsGuard dan Media Bias/Fact Check.

Hasilnya para peneliti yang mengambil 2.551 halaman artikel berita dan membandingkan interaksi pada posting di halaman Facebook. Dan misinformasi diketahui menerima enam kali lebih banyak interaksi seperti suka (likes) dan bagikan (share) dibandingkan artikel berita yang bersifat fakta.

The post Facebook Tidak Memberikan Data Akurat Kepada Peneliti Soal Penyebaran Berita Hoaks appeared first on Selular.ID.

Scroll to top

search engine optimized by. Jasa SEO LinkSEO